Toyota Corolla DX

“Hot Rod” adalah salah
satu gaya modifikasi yang banyak penggemarnya di amerika serikat. Ciri
khas pada mobil-mobil yang dimodifikasi dengan gaya hot rod adalah
hampir selalu menggunakan mobil-mobil produksi amerika dengan mengganti
mesin dengan kapasitas yang lebih besar serta tetap menggunakan aksesoris orisinal pada bagian interior maupun eksteriornya.
Bagaimana jika pemikiran ini diterapkan pada mobil produksi jepang. Hasilnya adalah seperti Corolla AE71 tahun 1981 ini. Corolla ini termasuk generasi keempat yang dibuat antara tahun 1979 – 1983. Mobil ini diberi kode chassis yaitu : E70 – E75
(angka terakhir menunjukkan “body style” dan trim). Pada saat
dipasarkan, Corolla seri ini tersedia dalam model : sedan 2-pintu,
sedan 4-pintu, station wagon 5-pintu, sport coupe 2-pintu, liftback
2-pintu dan hardtop 2-pintu. Seperti semua kode chasis Toyota, huruf pertama pada kode menunjukkan seri mesin yaitu :- AE7x untuk mesin seri 3A atau 4A.
- CE7x untuk mesin seri 1C.
- KE7x untuk mesin seri 3K atau 4K.
- TE7x untuk mesin seri 2T atau 3T.
Salah satu versi corolla ini yaitu KE70 model sedan 4-pintu,
sangat dipuja oleh para penggemar mobil retro di jepang. Mobil ini
mempunyai keistimewaaan yaitu mudahnya melakukan penggantian mesin
dengan seri mesin corolla yang lebih baru tanpa banyak melakukan
perubahan pada ruang mesinnya.
Mesin pengganti yang paling favorit di pasang di mobil ini adalah mesin dari Corolla seri seri AE86 yaitu mesin seri 4A-GE,
termasuk mesin “the twenty-valve AE101 dan AE111”. Mesin seri 4A-GE
ini sangat popular karena mudah sekali di modifikasi dengan aneka jenis
parts kompetisi yang juga tersedia melimpah.
Demikian juga dengan corolla AE71 ini, mesinnya telah diganti dengan dengan menggunakan mesin seri “the blacktop AE111 4A-GELU”.
Ini adalah mesin seri terbaru dan terbaik dari mesin seri 4A-GE yang
menggunakan 20-valves dan “individual throttle-bodies”. Untuk melayani
kekuatan mesin yang dahsyat ini, remnya telah dimodifikasi dengan
menggunakan rem dari AE86 GTS termasuk LSD-nya.
Pada
bagian Interior, yang aslinya berwarna biru dan telah usang dimakan
usia, diganti dengan interior baru yang berwarna hitam. Pada bagian
eksterior, cat aslinya yang berwarna biru telah diganti dengan warna
jeruk dan dilengkapi dengan weatherstripping baru. Aneka jenis parts
dari Jepang, Filipina, Thailand, Australia, Hong Kong dan dari seluruh
dunia terpasang di mobil ini, salah satunya adalah bumper chrome dan
spion tanduk JDM.






Selain
itu, bila dibandingkan dengan mobil lain, Fiat 125 menggunakan lebih
banyak komponen electrical. Salah satu contohnya adalah penggunaan Twin
Headlight. Fitur lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan
kopling electromagnetic.
Selain penambahan varian yang dilakukan oleh pabrikan, pernah juga dibuat varian khusus Fiat 125 oleh salah satu importer Fiat di Selandia baru yaitu Torino Motor. Varian ini diberi nama sebagai Fiat 125 T.
Mobil ini didesain untuk digunakan dalam lomba “the annual 6 hour
production car race” (Benson and Hedges 500). Jumlah yang dibuat tidak
terlalu banyak yaitu antara 84 sampai dengan 89 unit. Fiat 125T
dimodifikasi dengan menggunakan valve yang berukuran lebih besar,
dilengkapi dengan karburator twin Weber DCOH atau Dell” Orto 40DHLA
(tergantung ketersediaan), modifikasi camshafts dan rasio kompresi yang
lebih tinggi, agar dapat memproduksi tenaga sekitar 125 bhp (93 kW).
Termasuk modifikasi suspensi agar lebih rendah dan lebih kaku, serta
memakai “Ward mag wheels” dan dicat kuning cerah.
Fiat
125 yang diproduksi di Polandia ini, adalah variasi yang sangat
sederhana, karena masih menggunakan mesin 1300 cc atau 1500 cc yang
telah ketinggalan jaman serta mekanikal dari Fiat 1300/1500. Mobil
produksi Polandia ini jauh berbeda dengan yang diproduksi di Italia,
yang paling jelas terlihat adalah penggunaan lampu bulat, bukan yang
empat persegi. Fiat 125 yang diproduksi di negara ini, selain varian
sedan, juga tersedia varian station wagon (Polski Fiat 125p Kombi) dan pickup, serta model hatchback 5 pintu yang disebut sebagai Polonez FSO.